Waspada Risiko Hipertensi yang Mengintai Remaja dan Dewasa Muda

Ka Isanta – Seiring berjalannya waktu, beberapa penyakit yang dulu kerap menyerang orang dewasa atau manula kini semakin sering dijumpai pada anak-anak muda. Salah satunya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Meskipun tergolong penyakit yang sederhana, karena bisa hilang dengan sendirinya, hipertensi ini bisa membahayakan kalau didiamkan begitu saja, lho. Tentunya, jika tidak dipersiapkan dengan baik, maka risiko yang timbul akibat hipertensi dikhawatirkan dapat membuat pasien tak siap dalam mengurus pengobatan. Terlebih untuk mereka belum punya asuransi jiwa premi murah untuk meringankan pembayaran biaya rawat di rumah sakit.

Sekitar 90-95% kasus hipertensi yang terjadi di dunia tergolong ke dalam hipertensi primer yang belum diketahui penyebab pastinya. Sementara sisanya merupakan hipertensi sekunder yang dipicu kondisi medis tertentu.

Meskipun anak muda berisiko mengalami hipertensi pada dua kategori tersebut, sebagian besar dari mereka cenderung mengalami hipertensi primer. Terdapat tiga faktor yang menyebabkan tekanan darah pada anak muda melonjak dratis, antara lain:

asuransi jiwa premi murah

  • Faktor keturunan

Faktor genetik atau keturunan adalah penyebab yang tak bisa diubah, tetapi masih bisa Anda cegah. Studi literatur yang dilakukan Universitas Indonesia menyebutkan bahwa riwayat tekanan darah tinggi keluarga termasuk faktor dominan pada kasus hipertensi yang dialami remaja. Sebaiknya Anda periksa catatan kesehatan anggota keluarga untuk megantisipasinya.

  • Obesitas

WHO mengungkapkan kasus obesitas pada anak dan remaja usia 5 hingga 16 tahun meningkat sampai 18% pada 2016 atau 4% sejak 1975. Hal ini secara tak langsung meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada anak muda, karena obesitas merupakan salah satu faktor gangguan tersebut bersama diabetes dan penyakit lain yang berkaitan dengan pembuluh darah, jantung, serta ginjal.

  • Fluktuasi hormon

Berubahnya hormon selama puber ternyata berkontribusi pula pada risiko hipertensi remaja. Pasalnya, perubahan hormon pada kategori usia ini akan meningkatkan tekanan darah, terutama kalau dibarengi gaya hidup buruk. Namun, sejauh ini dampak perubahan hormon terhadap hipertensi masih membutuhkan kajian lanjut.

Menjaga tekanan darah agar tetap stabil

Supaya tekanan darah tetap stabil, Anda bisa menerapkan langkah-langkah berikut ini:

  • Kurangi asupan garam natrium dan perbanyak sayur serta buah untuk menjaga tekanan darah dalam tubuh Anda. Air mineral atau air putih pun dianjurkan dibandingkan kopi, teh, atau minuman berenergi yang berisiko memperparah hipertensi.
  • Seperti yang disebutkan, obesitas menjadi salah satu penyebab tekanan darah tinggi. Jika berat badan Anda sudah dinyatakan berlebih, mulai program diet untuk menurunkan bobot tubuh hingga kembali ke angka normal.
  • Berolahraga menjadi kegiatan yang dianjurkan karena akan membuat tubuh aktif bergerak, sehingga jantung bisa memompa lebih banyak darah dan tekanan pada arteri berkurang. Hal ini yang membuat tekanan darah Anda tetap stabil.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, Anda bisa periksakan diri ke dokter atau melakukan medical check-up ke rumah sakit terdekat secara berkala.

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *