Nama Yang Perlu Diperhatikan Untuk Tidak Diberikan Kepada Anak

Ka Isanta – Memiliki anak merupakan impian dari sebagian besar pasangan suami istri di dunia ini, memiliki anak banyak dianggap sebagai pelengkap kesempurnaan suatu rumah tangga. Anak merupakan anugerah yang dititipkan Tuhan karena kita dianggap telah pantas untuk menjaga, mendidik, dan menyayangi anak. Karena itulah salah satu kewajiban orang tua ialah memberi anak nama yang baik yang mampu menjadi doa bagi kehidupan anak hingga ia dewasa bahkan hingga akhir hayatnya. Memberi nama anak tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena dikhawatirkan menjadi doa yang buruk bagi anak, oleh karena itu banyak para orang tua berlomba untuk memberi nama anak dengan kalimat yang baik dan juga unik. Banyak sekali referensi nama anak yang dapat digunakan yang berasal dari bahasa asing sehingga dianggap lebih unik dan keren. Beberapa bahasa yang populer digunakan di Indonesia diantaranya bahasa arab, jerman, sanskerta, hingga bahasa – bahasa daerah. Pemberian nama anak haruslah berhati – hati agar tidak terjadi ambiguitas atau kesalah pahaman arti, maka dari itu perlu dipahami betul arti dari kalimat yang dijadikan nama anak. Ebanyakan orang tua terutama yang beragama islam menggunakan nama – nama yang berasal dari bahasa arab terutama kalimat – kalimat Allah yang berasal dari Al-Quran. Namun diantara nama – nama yang berasal dari kalimat al-Quran ada beberapa nama yang tidak boleh diberikan kepada anak. Berikut ini daftarnya untuk mengetahui nama apa saja yang tidak boleh diberikan kepada anak.

Nama bayi perempuan islami 2 kata yang memiliki arti negatif sebaiknya tidak diberikan kepada anak karena nantinya akan menimbulkan kebingungan dan kesalahpahaman terutama jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, seperti Kalb atau Kalbi yang artinya anjing, Hayyah yang artinya ular, anda juga harus berhati – hati dalam penulisan karena banyak kalimat bahasa arab yang memiliki arti berbeda namun penulisan yang mirip seperti Qalbi atau Qalbu yang berarti hati, mirip dengan Kalb yang berarti anjing. Selain itu nama yang mengandung arti atau nama Allah, juga tidak boleh digunakan kecuali jika di depannya digunakan kalimat Abdul yang artinya hamba sehingga jika dicontohkan akan menjadi Abdul Rahim yang artinya menjadi hamba bagi maha penyayang. Sebagai pengganti atau alternatif bisa menggunakan nama tokoh agama islam yang berjasa dan memiliki perilaku yang patut dicontoh misalnya Umar, Ali, dan sebagainya. Pelajari terlebih dahulu penggunaan nama tokoh dalam sejarah islam jangan sampai menggunakan nama tokoh yang memiliki perilaku yang buruk seperti Fir’aun, Qarun, atau tokoh lainnya.

Perhatikan juga untuk tidak memberi nama anak dengan nama atau jenis syaithon seperti misalnya Honzab, Walhan, al-ajda’, ghilan, atau khubuts. Hindari juga penggunaan nama menggunakan nama atau jenis berhala seperti patung dengan nama Isaaf karena nama – nama tersebut menjurus kepada kemusyrikan yang sangat dibenci oleh Allah.

Itu dia hal – hal yang perlu diperhatikan dalam memilih nama anak. Jangan sampai harapan memiliki nama anak yang baik malah menjadi keburukan bagi sang anak di masa depan. Banyaklah lakukan riset atau membaca sebelum menentukan nama anak, konsultasikan juga bila perlu dengan orang terdekat atau dengan orang yang lebih mengetahui seputar pemberian nama anak dengan baik. Dengan memberikan nama anak yang baik InsyaAllah setiap kali nama tersebut disebutkan menjadi doa yang nantinya akan didengar dan dikabulkan oleh Allah.

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *