Menyumbang Kebahagiaan Untuk Ibu Suparmi

Ka Isanta – Namanya Suparmi, seringkali disebut Parmi. Ketika ada program Asuransi Syariah Indonesia Allianz yang akan memberangkatkan tokoh sederhana yang memberikan inspirasi, saya teringat kisah hidup Ibu Parmi tersebut. Ia adalah sosok wanita biasa yang memiliki kisah hidup yang cukup panjang dan bisa menjadi motivasi serta inspirasi banyak orang, terlebih bagi saya sendiri.

Ia bisa dikatakan wanita yang cukup tangguh dan menjalani hidup dengan rasa optimis yang tinggi. Konon, ia pernah menikah ketika usianya masih cukup muda. Usia bau kencur saat menikah membuatnya tidak mengetahui bagaimana cara membina keluarga yang baik. Pun suaminya ternyata belum terlalu memiliki pengetahuan tentang kehidupan pasca nikah yang mencukupi. Hasilnya, pernikahan mereka hanya bertahan seumur jagung.

Singkat cerita, Ibu Parmi menjadi janda dan ia harus menghidupi dirinya sendiri dan juga ibunya –yang beberapa tahun kemudian meninggal setelah pulang salat subuh di masjid.

Ia mencari nafkah dengan menjual sayur. Pagi-pagi sekali, ia sudah berangkat ke pasar Kotagede untuk membeli sayur dan aneka pelengkap lainnya untuk kemudian dijajakan kembali ke konsumen. Tidak menggunakan motor, ia mengayuh sepeda mini yang sudah cukup butut. Terkadang, ia terpaksa libur jualan sayur karena sepedanya rusak.

Selain berjualan sayur, ia juga menjadi pengasuh anak dari tetangganya. Keinginannya untuk memiliki anak membangkitkan nalurinya untuk mengasuh anak tetangga tersebut sepenuh hati. Ia pernah bercerita jika gajinya tidak seberapa dan terkadang telat dibayar. Namun, ia tetap menjalani pekerjaan tersebut dengan senang hati. Pun ketika si anak meminta jajan, seringkali ia merogoh kantongnya sendiri untuk membelikan anak tersebut makanan yang ia minta.

Demikianlah. Diantara kesusahan yang mungkin ia rasakan, Ibu Suparmi masih bisa berbagi dan menikmati hidup sebagaimana mestinya.

asuransi syariah indonesia

Menikah Lagi

Menjadi janda dalam usia yang muda dan tidak lekas mendapatkan pengganti, membuat kehidupan Ibu Suparmi tak kunjung membaik. Beberapa tetangga berusaha mencarikan jodoh untuk dirinya, namun tak kunjung mendapatkan.

Akhirnya, setelah sekian lama, ia mendapatkan jodoh seorang perjaka tua yang tinggal di RT sebelah. Ia akhirnya menikah lagi dalam usia sekitar 40 tahun.

Kebahagiaan sempat ia rasakan di awal pernikahannya. Sebagaimana layaknya pengantin baru, ia menjalani hari berdua dengan suami penuh suka cita. Bahkan, ketika tersiar kabar dirinya hamil, kami yang mendengarnya pun turut bahagia.

Suaminya sempat beberapa kali membawanya ke rumah sakit untuk memeriksa kondisinya yang cenderung lemah. Ia pun cukup lama libur jualan untuk mengembalikan kondisi tubuhnya.

Namun, kehamilan yang ia tunggu akhirnya hanya isapan jempol belaka. Entah bagaimana ceritanya, ia dinyatakan tidak jadi hamil. Tidak ada janin yang tumbuh dalam rahimnya. Syok dan kecewa. Itulah yang ia rasakan pertama kali.

Kami yang mendengarnya pun turut iba dan berusaha menguatkan sebisanya. Cukup lama Ibu Parmi menghilang dan terdengar kabar ia cukup sering jatuh sakit setelah kejadian tersebut. Namun, setelah beberapa waktu, ia akhirnya kembali menjadi Ibu Parmi yang dulu. Ia kembali berjualan sayur dan masih menggunakan sepeda butut yang ia pakai dulu.

Melihat kisah hidupnya yang penuh liku dan juga derita, ingin rasanya bisa berbagi kebahagiaan untuk Ibu Suparmi tersebut. Oleh karenanya, melalui program dari produk Asuransi Syariah Allianz, saya berharap jika umrah gratis yang disediakan salah satunya bisa ia nikmati. Tentu, umrah akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Ibu Parmi. Terlebih, ia juga termasuk seseorang yang taat beribadah.

Kisah Ibu Suparmi bisa jadi hanya satu dari kisah haru seseorang yang penuh liku dan inspirasi di sekitar Anda. Melalui program #AwaliDenganKebaikan, Anda bisa berbagi kisah tersebut dan memberikannya kebahagiaan baru dalam menjalani kehidupan.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *