Mengenal Kucing Hutan yang Mulai Langka

Ka Isanta – Kucing hutan menjadi salah satu hewan yang menggemaskan. Meski tinggalnya di dalam hutan, ini tidak lantas membuatnya ditakuti dan dijauhi. Memang sih, ketika berbicara tentang hutan yang akan tersirat dalam benak adalah sebuah tempat yang dihuni oleh makhluk-makhluk buas. Pepohonan yang rimbun pun turut menambah kesan misterius pada hutan. Tapi faktanya, di dalam hutan tersebut juga terdapat makhluk hidup yang lucu seperti halnya kucing ini.

Di hutan hukum memakan atau dimakan tentu sangat berlaku. Dimana mereka yang dapat bertahan hidup adalah yang tentu saja dapat membunuh hewan lain sebagai sumber makanannya guna bertahan hidup. Ketika mendengar kata hutan tentu kita akan terbawa pada pemikiran-pemikiran tentang binatang buas seperti singa, harimau dan hewan lainnya yang sudah umum berada di hutan.

kucing hutan

Tentang Kucing Hutan

Namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas seekor hewan yang masih berkerabat dekat dengan harimau, yakni kucing hutan. Memiliki taring yang tajam juga kuku yang tajam dan warna bulu yang eksotis tidak membuat hewan yang satu ini cukup ditakuti. Kucing yang juga disebut dengan Jungle Cat serta bernama lain Felis Chaus merupakan hewan yang sudah mulai langkah keberadaannya.

Hewan ini tergolong kedalam kelompok hewan diurnal, yaitu hewan yang aktif pada siang hari. Dalam hal reproduksi kucing ini telah mencapai masa kematangan seksual pada usia 1 tahun.

Hewan ini biasa dianggap sebagai kucing rawa serta terdapat di negara-negara bagian Timur Tengah, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Kucing hutan dapat diklasifikasikan kedalam kingdom animalia, filum chordata, kelas mamalia, ordo carnivora, subordo feliformia, famili felidae, subfamili felinae.

Kucing ini juga dapat dikatakan bersifat soliter, dimana biasanya mereka akan berkumpul pada saat musim kawin. Mari kita mengenal si mungil menggemaskan ini melalui beberapa informasi berikut;

  1. Ternyata si kecil yang merupakan kerabat dekat harimau ini juga pemangsa mamalia lainnya. Hanya saja perbedaan konsumsi pada kedua kerabat ini terletak pada ukurannya. Kucing jenis ini hanya memakan mamalia dan burung dengan ukuran kecil.
  2. Bentuk fisik lainnya yang dapat kita lihat pada kucing ini yaitu pada bulunya yang memiliki perpaduan warna yang eksotis dimana warna dasar abu-abu akan berkolaborasi dengan warna pasir menutupi tubuhnya.
  3. Selain berkerabat dengan harimau. Kucing hutan sendiri memiliki 3 subspesies yang dimana diantaranya yaitu : c. chaus, F. c. affinis, dan F. c. fulvida.
  4. Walau ukurannya kecil saat dibandingkan dengan harimau. Nyatanya kucing jenis ini merupakan kucing dengan ukuran tubuh paling besar diantara semua spesies kucing. Dimana panjang kepala hingga tubuh mencapai 59-76 cm. Memiliki tinggi mencapai 36 cm dan berat tubuh sekita 2-16 kg.
  5. Anak kucing jenis ini yang baru lahir umumnya memiliki berat sekitar 42-55 gram.

Apakah Anda tertarik dan mulai berniat memilikinya? Ada baiknya urungkan niat tersebut ya, sebab  nyatanya saat  ini kucing jenis ini termasuk kedalam salah satu hewan yang hampir punah. Bahkan untuk mencegah kepunahannya, kucing ini sekarang memiliki penangkaran khusus kucing hutan. Di dalam tempat penangkaran tersebut hewan ini dapat bertahan hidup sampai berusia 20 tahun lamanya.

Jadi, sekalipun kucing ini lucu dan menggemaskan, bukan berarti Anda bebas memeliharanya ya! Bantu lestarikan kucing ini dengan membiarkannya hidup di penangkaran. Setidaknya ini akan membantunya tetap bertahan hidup dengan baik. Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *