Jangan Sampai Salah, Ini Cara Mengatasi Diare Pada Anak

Ka Isanta – Memang diare pada anak adalah salah satu penyakit yang sering terjadi dan pada dasarnya diare adalah cara tubuh membersihkan diri dari bakteri. Proses ini dapat berlangsung selama beberapa hari dan lebih sering menyerang anak-anak daripada orang dewasa. Diare pada anak biasanya diikuti demam, mual, muntah, kram dan dehidrasi.

Penyebab diare pada anak adalah infeksi dari sebuah virus bernama rotavirus atau bakteri salmonella, atau bisa juga dari parasit seperti giardia. Diare juga bisa terjadi karena keracunan makanan, gejalanya pun biasanya akan langsung terlihat seperti muntah-muntah, namun bisa juga cepat hilang hanya dalam waktu 24 jam saja.

diare pada anak

Saat anak terkena diare orang tua harus memperhatikan asupan cairan, anak yang terkena diare harus banyak mendapatkan asupan cairan karena saat diare tubuh akan banyak mengeluarkan cairan melalui muntah atau buang air.

Sebenarnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua saat mengetahui anaknya mengalami diare, seperti:

  • Rehidrasi: mengganti cairan yang hilang, dapat melalui mulut (minum) maupun melalui infus (pada kasus dehidrasi berat).
  • Pastikan porsi makanan yang diberikan memenuhi kebutuhan minimal si kecil: jangan membiarkan anak tidak makan dan minum, teruskan memberi ASI dan lanjutkan makanan seperti yang diberikan sebelum sakit.
  • Pemberian obat diare anak seminimal mungkin. Sebagian besar diare pada anak akan sembuh tanpa pemberian obat diare anak atau antidiare dan antibiotik. Bahkan pemberian antibiotik justru dapat menyebabkan diare kronik.

Walaupuan sebenarnya diare pada anak tidak menimbulkan gejalan kesehatan yang signifikan, bahkan diare bisa sembuh dalam beberapa hari saja, tetap saja orang tua jangan sampai menyepelekan penyakit yang satu ini. Selain itu saat anak mengalami diare orang tua juga harus memperhatiakn asupan makanan yang diberikan.

Pada saat anak terkena diare, orang tua disarankan memberikan asupan makanan seperti nasi, roti, sereal, telur matang, sup, kentang lumat atau panggang, juga sayuran yang dimasak, seperti wortel, jamur, atau buncis. Lalu, daging sapi, ayam atau ikan, yang dipanggang. Bisa juga pancake dan wafel, pasta, dan yoghurt.

Untuk menggantikan cairan yang hilang saat anak mengalami diare orang tua juga bisa memberikan air kelapa sebagai asupan pada anak. Pastikan apapun asupan yang kita berikan untuk anak, terjamin kebersihannya, baik saat dipersiapkan maupun saat dalam penyajian.

Sedangkan, jenis makanan yang harus dihindari oleh anak saat mereka diare adalah makanan yang digoreng, makanan berminyak, makanan olahan atau cepat saji, dan kue-kue kering. Hindari pula memberikan buah dan sayuran yang bisa menyebabkan gas, seperti brokoli dan sayur berwarna hijau, paprika, jagung, kacang polong, dan buah beri. Dengan melakukan pola pemberian minuman dan makanan yang baik, diare biasanya akan sembuh dalam beberapa hari.

Yang terpenting lagi orang tua sebenernya harus melakukan pencegahan agar anak tidak mengalami diare, Diare umumnya ditularkan melaui 4 F, yaitu Food, Feces, Fly dan Finger. Karena itu, upaya pencegahan diare adalah dengan memutus rantai penularan tersebut. Oarang tua juga bisa melakukan beberapa cara berikut ini :

  • Siapkan makanan memadai, sehat, bergizi, dan bersih
  • Penyediaan air minum yang bersih
  • Kebersihan perorangan
  • Cuci tangan sebelum makan dan sebelum merawat anak/bayi
  • Pemberian ASI eksklusif
  • Buang air besar pada tempatnya (WC, toilet)
  • Tempat buang sampah yang memadai (tertutup dan dibuang tiap hari)
  • Berantas lalat agar tidak menghinggapi makanan, dan
  • Lingkungan hidup yang sehat adalah kunci dari pencegahan penularan diare pada anak.
, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *