Apakah KB Bisa Menurunkan Risiko Kanker Serviks?

Ka Isanta – KB atau keluarga berencana adalah salah satu metode kontrasepsi. KB biasanya dilakukan untuk merencanakan kehamilan. Akan tetapi, apakah KB bisa menurunkan risiko kanker serviks?

Kanker serviks disebabkan oleh adanya infeksi HPV (Human Papillomavirus). Menurut dr. Sara Eliso Wijono, MRes dari KlikDokter, saat HPV menginfeksi, tubuh akan bereaksi dengan mengirim sel di sistem imun untuk membasmi virus tersebut. Jika gagal, infeksi akan berlanjut sehingga berisiko menimbulkan kanker serviks.

kanker serviks

Mencegah kanker serviks dengan KB

KB disebut-sebut bisa mencegah penularan virus tersebut. Terkait penggunaan KB untuk mencegah kanker serviks, salah satu yang bisa dipertimbangkan dalam hal tersebut adalah kondom.

Kondom, secara khusus kondom lateks, selain mencegah kehamilan, juga menjadi penghalang bagi seseorang untuk terkena infeksi HPV. Akan tetapi, untuk mendapat manfaat tersebut, kondom harus digunakan dengan baik dan benar.

Dijelaskan dr. Sara, penggunaan kondom yang baik dan benar adalah dengan menggunakan yang baru bukan bekas aktivitas seksual penetratif, baik melalui vagina, anal, ataupun oral.

Dari cara pemakaian, kondom dipakaikan pada penis yang sedang ereksi, dengan memberikan ruang pada ujung kondom untuk mengumpulkan air mani. Setelah melakukan aktivitas seksual, kondom perlu segera dilepas saat penis masih ereksi.

Namun, ada hal yang perlu Anda perhatikan, yakni bahwa penggunaan kondom secara baik dan benar hanya melindungi area yang tertutup olehnya. Ini berarti bahwa area yang tidak tertutup oleh kondom tetap berisiko terkena infeksi HPV. Karena pada dasarnya, manfaat kondom dalam melindungi terjadinya infeksi HPV bergantung pada lokasi tubuh yang terkena infeksi.

Selain kondom, ada pula metode KB lain yang disebut mampu menurunkan risiko kanker serviks. Metode KB ini dikenal dengan sebutan IUD alias AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim).

Studi menemukan, wanita yang menggunakan IUD memiliki angka kejadian kanker serviks lebih rendah 30 persen dibandingkan dengan wanita yang tidak menggunakannya.

Bagaimana dengan pil KB? Ternyata, penggunaan metode ini malah ditemukan dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Ini disebabkan karena sel di serviks menjadi lebih rentan terhadap infeksi persisten dengan HPV risiko tinggi, yang menyebabkan kanker serviks di kemudian hari.

Jadi, penggunaan KB memang bisa mencegah penularan HPV. Itu berarti bisa menurunkan risiko terjadinya kanker serviks. Tapi, hanya penggunaan kondom dan AKDR yang secara tepat bisa melakukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *